Thursday, 23 May 2013

About my Idol

Ludwig van Beethoven keluar jadi jabang bayi tahun 1770 di kota Bonn, Jerman. Semasa kanak-kanak sudah tampak jelas bakat musiknya yang luar biasa dan buku musik ciptaannya muncul pertama kali tahun 1783. Di usia remaja dia berkunjung ke Wina dan diperkenalkan kepada Mozart tetapi perjumpaan keduanya berlangsung singkat. Tahun 1792 Beethoven kembali ke Wina dan sebentar dia belajar musik dengan Haydn yang kala itu pencipta musik Wina kesohor (Mozart mati setahun sebelumnya).

Beethoven menetap di Wina, Mekkahnya musik waktu itu, selama sisa hidupnya. Rasa musik Beethoven yang tinggi selaku pemain piano mengesankan tiap pendengamya dan dia berhasil baik selaku pemain maupun guru. Segera dia menjadi pencipta musik yang produktif juga. Karyanya dapat sambutan baik. Sejak umur pertengahan dua puluhan ke atas, dia sudah mampu menerbitkan dan menjual buku ciptaan musiknya tanpa kesulitan apa pun.
42. LUDWIG VAN BEETHOVEN (1770-1827)
Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak. Tak pelak lagi gejala ini amat merisaukan si komponis muda. Tuli buat seorang pencipta musik betul-betul suatu malapetaka. Suatu ketika timbul keinginannya mau bunuh diri saja.

Tahun-tahun antara 1802-1815 sering dianggap masa pertengahan karier Beethoven. Pada masa istirahat itu, akibat ketuliannya menghebat, dia mulai mundur dari pergaulan masyarakat. Ketunarunguannya ini membuat orang punya kesan tidak yakin bahwa Beethoven memang betul-betul anti manusia, anti masyarakat, benci bergaul. Dia terlibat dengan percintaan yang kerap dengan gadis-gadis muda tetapi tampaknya semua hubungan ini berakhir tak bahagia dan tak pernah beristeri.

Karya musik Beethoven sendiri menggila produktifnya. Tahun-tahun terus berjalan namun perhatian yang diterimanya makin lama makin susut yang mestinya populer buat seorang komponis seperti dia di jaman itu. Tetapi, kesuksesannya menanjak terus.

Pada usia empat puluhan Beethoven menjadi seratus persen pekak. Akibatnya, dia tak pernah lagi tampil di muka umum dan semakin menjauhi masyarakat. Hasil karyanya semakin sedikit dan semakin sulit di fahami. Sejak itu dia mencipta terutama buat dirinya sendiri dan beberapa pendengar yang punya ideal masa depan. Dia pernah bilang kepada seorang kritikus musik, "Ciptaanku ini bukanlah untukmu tetapi untuk masa sesudahmu."

Ini merupakan ironi yang kejam dari sebuah nasib bahwa seorang komponis paling berbakat sepanjang jaman harus tertimpa musibah ketulian semacam itu. Kalau saja Beethoven dengan kekuatan tekad non-manusiawi -- dalam ketuliannya itu-- terus tetap menjaga mutu komposisi musiknya, ini akan merupakan hal yang memukau dan brilian.

Tetapi, kenyataan lebih mengherankan lagi ketimbang yang dibayangkan dalam masa tahun-tahun ketulian totalnya, Beethoven melakukan ciptaan tidak sekedar setarap dengan apa yang dihasilkan sebelumnya, melainkan umumnya dianggap merupakan hasil karya terbesarnya. Dia meninggal di Wina tahun 1827 pada usia lima puluh tujuh tahun.

Karya Beethoven yang banyak itu termasuk 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi. Tetapi, yang lebih penting dari jumlah ciptaannya adalah segi kualitasnya. Karyanya merupakan kombinasi luar biasa dari kedalaman perasaan dengan kesempurnaan tata rencana. Beethoven memperagakan bahwa musik instrumental tak bisa lagi dianggap cuma punya nilai seni nomor dua. Ini dibuktikan dari komposisi yang disusunnya yang telah mengangkat musik instrumental itu ke tingkat nilai seni yang amat tinggi.
Beethoven benar-benar seorang pencipta orisinal yang jempolan dan banyak perubahan-perubahan yang dilakukan dan diperkenalkannya mempunyai pengaruh yang abadi. Dia memperluas ukuran sebuah orkestra. Dia menambah panjangnya simfoni dan memperluas daya jangkaunya. Dengan mendemonstrasikan kemungkinan yang hampir tak terbatas yang bisa dihasilkan oleh piano, dia membantu menjadikan piano itu instrumen musik yang paling terkemuka. Beethoven membuka babak transisi dari musik klasik ke musik bergaya romantik dan karyanya merupakan sumber ilham untuk gaya romantik.

Dia menanamkan daya pengaruh yang menghunjam pada diri komponis-komponis yang muncul belakangan, termasuk tokoh-tokoh yang memiliki gaya berbeda seperti Brahms, Wagner, Schubert dan Tchaikovsky. Dia juga merintis jalan buat Berlioz, Gustav Mahler, Richard Strauss dan banyak lagi lainnya.

Nyata benar, Beethoven mesti ditempatkan di atas musikus mana pun dalam daftar urutan buku ini. Meski Johann Sebastian Bach nyaris punya keistimewaan setara, karya Beethoven lebih luas dan lebih sering didengar ketimbang ciptaan Bach. Lebih dari itu, sejumlah penyempurnaan yang dilakukan Beethoven lebih punya pengaruh mendalam terhadap perkembangan musik selanjutnya ketimbang hasil karya Bach.

Secara umum, ide etik dan politik lebih gampang dijabarkan dengan kata-kata daripada musik dan kesusasteraan. Punya ruang lingkup pengaruh yang lebih luas dari pada musik. Atas dasar pertimbangan inilah Beethoven --meski tokoh jempolan dalam sejarah musik-- ditempatkan dalam urutan lebih rendah ketimbang Shakespeare. Dalam hal membandingkan antara Beethoven dan Michelangelo, saya amat terpengaruh dengan kenyataan bahwa umumnya orang lebih banyak gunakan waktu mendengarkan musik daripada memandang lukisan atau patung pahatan, dan atas dasar alasan ini pula saya pikir komponis-komponis musik umumnya lebih berpengaruh dibanding pelukis atau pemahat yang kemasyhurannya dalam lapangan masing-masing setara. Walhasil, tampaknya cukup layak menempatkan Beethoven pada urutan antara Shakespeare dan Michelangelo.

Wednesday, 22 May 2013

UTAUloid

UTAU is a proprietary vocal synthesizer program unlike VOCALOID and VOCALOID2, which are commercially-sold programs with an accompanying voice bank. Distribution of UTAU began in March of 2008.
UTAU, meaning "to sing" in Japanese, has its origin in "Jinriki Vocaloid" (人力ボーカロイド, translated as "Manual Vocaloid"). It was created by re-editing an existing singing voice, extracting tones as WAV files and, reassembling them. For this purpose, a support program was created. In March 2008, Ameya/Ayame (飴屋/菖蒲) released a free, advanced support tool as UTAU. Now UTAU is a shareware, yet the developer distributes it free in effect and accepts donations.
The program has at least 50 different usable audio files, composed of Japanese syllables. It comes with the company's "AquesTalk" pre-loaded, which allows any user to load their own voice data to be programmed for usage within UTAU. However, without the explicit permission of the voice donor, it is a violation of copyright laws. Those laws protect the rights of any vocalist who may not wish for their voices to be used within the program, such as celebrities. Any music made through this program can be used in the commercial sector. The program can be downloaded here. However, it will not run properly on computers which do not support Japanese text or AppLocale.
Some UTAU are commonly put out as "real" vocaloids such as is the April Fool's joke origins of Teto Kasane. Songs using both UTAU and Vocaloid are also not unheard of. Some users have also began to enforce their copyright ruling over their voicebanks; UTAU or fanmade vocaloids who are guilty of plagiarizing an UTAU's name or using a voicebank without permission risk violating UTAU software agreements and voicebank copyright ownerships.

Perkenalan (=w=)/

Hai, ini post kedua saya, dan saya hanya ingin mengatakan, blog ini lebih banyak membahas tentang Vocaloid, dalam bentuk Info, FanFiction, maupun Arts seperti Drawing atau Edited Photos. That's All, Yoroshiku Minna-san! Arigatou!! XD

Oh iya, ini beberapa Gambar saya ._.





What is "Bokaroido" ?

Vocaloid (ボーカロイド Bōkaroido) is a singing voice synthesizer. Its signal processing part was developed through a joint research project led by Kenmochi Hideki at the Pompeu Fabra University in Spain in 2000 (the same team that later founded Voctro Labs) and originally was not intended to be a full commercial project. Backed by the Yamaha Corporation, it developed the software into the commercial product "Vocaloid."The software enables users to synthesize singing by typing in lyrics and melody. It uses synthesizing technology with specially recorded vocals of voice actors or singers. To create a song, the user must input the melody and lyrics. A piano roll type interface is used to input the melody and the lyrics can be entered on each note. The software can change the stress of the pronunciations, add effects such as vibrato, or change the dynamics and tone of the voice. Each Vocaloid is sold as "a singer in a box" designed to act as a replacement for an actual singer. The software was originally only available in English starting with the first Vocaloids Leon and Lola, and Japanese with Meiko, but Vocaloid 3 has added support for Spanish for the new Spanish Vocaloids Bruno and Clara, Chinese for Luo Tianyi and Korean for SeeU.
The software is intended for professional musicians as well as light computer music users and has so far sold on the idea that the only limits are the users' own skills. Japanese musical groups Livetune of Victor Entertainment and Supercell of Sony Music Entertainment Japan have released their songs featuring Vocaloid as vocals. Japanese record label Exit Tunes of Quake Inc. also have released compilation albums featuring Vocaloids. Artists such as Mike Oldfield have also used Vocaloids within their work for back up singer vocals and sound samples.